Mulut Penuh Saus Kacang
Langit hari ini cerah deh, sayang aja gak secerah waktu senyum kamu tergambar jelas di bibir itu. Lembut dan tulus seperti yang selalu kamu perlihatkan pada semua orang.
Aku pikir, udah saatnya kamu potong rambut, udah terlalu gondrong dan berantakan. Aku risih lihatnya. Sekarang juga kamu kelihatan lebih gemuk dari terakhir kita ketemu.
Keramik putih tempat menaruh potongan batagor kesukaan kamu, dua gelas tinggi berisi cola dan ice lemon tea, berikut meja nomor 5 yang jadi bagian dari kita malam itu.
Malam yang gak pernah aku lupain sampai sekarang. Semua membekas kuat banget dalam ingatan.
Nggak banyak juga sih yang kita lakuin, cuma ngobrol kesana-kemari, cerita tentang mimpi kita masing-masing, berkhayal sangat tinggi dan saling melempar tawa dengan mulut penuh saus kacang.
Cara kamu ngeliat aku, cara bicara dan semua gerak tubuh kamu benar-benar masih aku inget jelas.
Bahkan saat sebelum pertemuan di senja itu ketika aku sedang kesal karena kamu membuat ku menunggu cukup lama, jantung ku berdetak penuh irama, membayangkan bagaimana pertemuan terjadi, bagaimana karena akhirnya setelah sekian lama yang bahkan aku tak mengenali mu dulu,ketika ternyata sering bertemu ditempat itu. Iya.. kamu yang selama ini hanya ada dalam angan dan telinga, memberikan aku ucapan penuh kehangatan.
Dan akhirnya, terjawab suda, ternyata kamu sekarang (saat itu) lebih dari angan yang selama ini aku bayangkan. Kamu yang bisa membuatku mereda karena kehilangan banyak kata saat menatap wajah mu.
Hal pertama yang membuat ku terpaku adalah saat aku melihat punggung mu (lagi). Punggung yang menarik perhatian ku, seolah begitu nyaman saat aku mendaratkan kepala dan seluruh kesah ku disana.
Lama sudah saat pertemuan itu terjadi, tapi anehnya, masih saja aku merasakan atmosfer yang sama saat aku mengunjungi tempat ini. otak ku menemukan tombol lain yang bisa langsung memutarkan semua ingatan tentang mu dan menghasilkan senyum dengan segala rasa rindu. *Teori dari mana ? Entahlaah :')
Pasti kamu masih susah bangun yaa, telat makan dan juga kamu pasti sering lupa buat pemanasan waktu mau olah raga -__-
Jaga diri baik-baik yaa kamu ..
Karena sekarang aku nggak selalu bisa buat ngingetin kamu dan nggak selalu ada buat kamu.
Semoga kelak saat pertemuan berikutnya tiba, aku punya kesempatan untuk lebih lama liat kamu tersenyum yang bikin jantung aku lebih kencang dari biasanya. melihat lagi gimana cara kamu menatap aku untuk sepersekian detik yang buat aku jadi kehabisan kata karna salah tingkah, dan semoga aku bisa pinjem punggung kamu yaa untuk kamu bagi kenyamanan yang kamu punya sama aku ..
Aku pikir, udah saatnya kamu potong rambut, udah terlalu gondrong dan berantakan. Aku risih lihatnya. Sekarang juga kamu kelihatan lebih gemuk dari terakhir kita ketemu.
pic: google
Keramik putih tempat menaruh potongan batagor kesukaan kamu, dua gelas tinggi berisi cola dan ice lemon tea, berikut meja nomor 5 yang jadi bagian dari kita malam itu.
Malam yang gak pernah aku lupain sampai sekarang. Semua membekas kuat banget dalam ingatan.
Nggak banyak juga sih yang kita lakuin, cuma ngobrol kesana-kemari, cerita tentang mimpi kita masing-masing, berkhayal sangat tinggi dan saling melempar tawa dengan mulut penuh saus kacang.
Cara kamu ngeliat aku, cara bicara dan semua gerak tubuh kamu benar-benar masih aku inget jelas.
Bahkan saat sebelum pertemuan di senja itu ketika aku sedang kesal karena kamu membuat ku menunggu cukup lama, jantung ku berdetak penuh irama, membayangkan bagaimana pertemuan terjadi, bagaimana karena akhirnya setelah sekian lama yang bahkan aku tak mengenali mu dulu,ketika ternyata sering bertemu ditempat itu. Iya.. kamu yang selama ini hanya ada dalam angan dan telinga, memberikan aku ucapan penuh kehangatan.
Dan akhirnya, terjawab suda, ternyata kamu sekarang (saat itu) lebih dari angan yang selama ini aku bayangkan. Kamu yang bisa membuatku mereda karena kehilangan banyak kata saat menatap wajah mu.
Hal pertama yang membuat ku terpaku adalah saat aku melihat punggung mu (lagi). Punggung yang menarik perhatian ku, seolah begitu nyaman saat aku mendaratkan kepala dan seluruh kesah ku disana.
Lama sudah saat pertemuan itu terjadi, tapi anehnya, masih saja aku merasakan atmosfer yang sama saat aku mengunjungi tempat ini. otak ku menemukan tombol lain yang bisa langsung memutarkan semua ingatan tentang mu dan menghasilkan senyum dengan segala rasa rindu. *Teori dari mana ? Entahlaah :')
Pasti kamu masih susah bangun yaa, telat makan dan juga kamu pasti sering lupa buat pemanasan waktu mau olah raga -__-
Jaga diri baik-baik yaa kamu ..
Karena sekarang aku nggak selalu bisa buat ngingetin kamu dan nggak selalu ada buat kamu.
Semoga kelak saat pertemuan berikutnya tiba, aku punya kesempatan untuk lebih lama liat kamu tersenyum yang bikin jantung aku lebih kencang dari biasanya. melihat lagi gimana cara kamu menatap aku untuk sepersekian detik yang buat aku jadi kehabisan kata karna salah tingkah, dan semoga aku bisa pinjem punggung kamu yaa untuk kamu bagi kenyamanan yang kamu punya sama aku ..


Komentar
Posting Komentar